[Fashion] London Fashion Week: Tren Peragaan Busana Musim Semi-Musim Panas 2024

Source: London Fashion Week: Trends from the Spring-Summer 2024 shows

Source (EN)Target (ID)
London Fashion Week kicked off on Friday in the glow of a sweltering UK heatwave, and concluded on Tuesday after biblical showers and thunderstorms. The energy across the style set throughout the five day schedule was equally split, as anticipation for blockbuster shows from Burberry, JW Anderson, Erdem and Simone Rocha contended with the tangible absence of buzzy brands such as Dilara Findikoglu, Halpern, Nensi Dojaka and S.S. Daley — designers who decided to cancel their shows just weeks ahead of the event.London Fashion Week dimulai pada hari Jumat dalam cuaca panas yang luar biasa di Inggris, dan berakhir pada hari Selasa dengan hujan deras dan petir. Selama lima hari rangkaian acara tersebut, antusiasme penonton terbagi karena mereka menantikan pertunjukan mode dari Burberry, JW Anderson, Erdem, dan Simone Rocha, namun juga merasa kecewa dengan absennya merek-merek ternama seperti Dilara Findikoglu, Halpern, Nensi Dojaka, dan S.S. Daley yang membatalkan pertunjukan mereka beberapa minggu sebelum acara tersebut.
Festivities began this season with what could become a new tradition: Britain’s answer to the Met Gala, organized by Anna Wintour in aid of London’s performing arts centers. Vogue World’s glitzy maroon carpet gave the schedule an injection of star power, with guests ranging from Sienna Miller (who debuted her baby bump in Schiaparelli couture) and Jodie Turner-Smith, to Princess Eugenie and Kate Winslet.Musim ini, peragaan dimulai dengan sebuah tradisi baru yaitu Tanggapan Inggris untuk Met Gala. Acara ini diselenggarakan oleh Anna Wintour untuk mendukung pusat-pusat seni pertunjukan di London. Kehadiran tamu-tamu terkenal di karpet merah Vogue World, termasuk Sienna Miller yang debut dengan perut buncit dalam mode Schiaparelli, Jodie Turner-Smith, Putri Eugenie, dan Kate Winslet, memberikan sorotan istimewa pada jadwal acara tersebut.
More famous faces piled into the London fashion scene over the course of the week. Cole Sprouse, Suki Waterhouse, Charli XCX, Ncuti Gatwa and Alexa Chung were spotted at the Roundhouse in North London for JW Anderson’s catwalk on Saturday; while gold medal Olympian Mo Farah, “Gorillaz” frontman Damon Albarn, Rachel Weiss, Jodie Comer and Kylie Minogue were part of the posse that took over Highbury Fields in east London for the Burberry show.Selama minggu ini, para selebriti terkenal lainnya turut memeriahkan panggung mode London. Di antaranya, Cole Sprouse, Suki Waterhouse, Charli XCX, Ncuti Gatwa, dan Alexa Chung terlihat hadir di acara peragaan busana JW Anderson di Roundhouse, London Utara, pada hari Sabtu. Sementara itu, peraih medali emas Olimpiade Mo Farah, vokalis 'Gorillaz' Damon Albarn, Rachel Weiss, Jodie Comer, dan Kylie Minogue menjadi bagian dari penonton yang hadir di Highbury Fields, London Timur, untuk menyaksikan peragaan busana dari Burberry.
However, some controversial collections and marketing choices brought London Fashion Week outside of the industry bubble and into the wider cultural conversation. Burberry — whose second collection helmed by Daniel Lee was shown on Monday afternoon — renamed the London Underground Station Bond Street to “Burberry Street” last week, allegedly causing chaos and confusion for the city’s tourists over the weekend. On Friday night, emerging Nigerian designer Mowalola sparked debate around the appropriate usage of religious iconography after she featured the Saudi Arabian flag on a mini skirt in her Spring-Summer 2024 runway.Namun, beberapa keputusan kontroversial seputar koleksi dan strategi pemasaran telah membuat London Fashion Week menjadi sorotan bukan hanya dalam industri mode, tetapi juga dalam percakapan budaya lebih luas. Salah satunya adalah tindakan Burberry yang mengganti nama Stasiun Bawah Tanah London, Bond Street, menjadi "Burberry Street" beberapa waktu lalu. Hal ini dilaporkan telah menciptakan kebingungan dan keributan di antara para wisatawan yang berada di kota itu selama akhir pekan. Selain itu, desainer muda Nigeria, Mowalola, menjadi pusat perdebatan ketika ia memasukkan ikonografi religius yang sensitif dalam peragaannya, termasuk bendera Arab Saudi pada rok mini dalam acara Musim Semi-Musim Panas 2024.
Scroll down to read all the trends that emerged from the London shows.Gulir ke bawah untuk melihat semua tren yang menjadi sorotan dalam peragaan busana London.
Sartorial sculpturePahatan sartorial (Seni rancang pakaian yang menekankan pada keahlian dalam jahitan)
Some brands pushed the adage of ‘wearable art’ to its limit, presenting a series of conceptual runway looks that seemed to be more sculptural than sartorial. On Friday, burgeoning designer HARRI (who created the headline-grabbing inflatable jumpsuit musician Sam Smith wore to the Brit Awards in February) showcased more blown-up balloon trousers, this time with dresses and jackets to match. JW Anderson’s opening look on Saturday featured a hoodie and pair of shorts fashioned entirely out of clay, while KWK by Kwok brought new meaning to the idea of a hoop skirt. The Hong-Kong born designer layered enormous discs to create what looked like giant blooming futuristic flowers.Beberapa merek memilih untuk fokus pada konsep "karya yang dapat dikenakan" dalam peragaan busana mereka, yang menghasilkan pakaian yang lebih mirip pahatan daripada busana biasa. Pada hari Jumat, desainer yang sedang populer, HARRI, yang terkenal karena menciptakan pakaian terusan sensasional yang dipakai oleh musisi Sam Smith di Brit Awards bulan Pebruari, memperlihatkan lebih banyak lagi pakaian dengan celana balon, kali ini dengan gaun dan jaket yang serupa. Penampilan pembuka JW Anderson pada hari Sabtu termasuk hoodie dan celana pendek yang sepenuhnya terbuat dari tanah liat, sementara KWK oleh Kwok memberikan tampilan baru pada hoop skirt (rok wanita yang berbentuk seperti lonceng kaku dari pinggang dengan kerangka pakaian dalam). Dia menggunakan cakram raksasa untuk menciptakan bentuk seperti bunga futuristik yang besar.
Fancy footwearAlas kaki mewah
This season, what was happening below the ankle was almost as important as what was happening everywhere else. On Sunday, Simone Rocha revealed a surprise collaboration with Crocs on the runway, reimagining the divisive rubber shoe with a platform heel adorned with the Irish designer’s signature pearls and crystal Jibbitz. And the Croc appreciation didn’t stop there: Emerging lingerie designer Sinéad O’Dwyer also included a sandal version of the gardening footwear in her Spring-Summer 2024 collection. HARRI brought the toe shoe to the runway, dressing models in Vibram’s infamous FiveFinger hiking shoes; while Molly Goddard sent her models strutting down the catwalk in knee-high lace up boots that were reminiscent of professional wrestling gear.Apa yang dipakai di area pergelangan kaki hampir sama pentingnya dengan pakaian di bagian lainnya. Pada hari Minggu, Simone Rocha mengungkapkan kolaborasi mengejutkan dengan Crocs di atas panggung, menghadirkan kembali sepatu karet dengan tumit yang dihiasi mutiara dan kristal Jibbitz khas desainer asal Irlandia itu. Dan antusiasme terhadap Croc tidak berhenti di situ: desainer busana dalam yang sedang naik daun, Sinéad O'Dwyer, juga memasukkan versi sandal dari sepatu taman ini dalam koleksi Musim Semi-Musim Panas 2024. HARRI menampilkan sepatu balet di atas panggung, memadukan model-model dengan sepatu hiking FiveFinger Vibram yang terkenal; sementara Molly Goddard mengirim para modelnya berjalan dengan sepatu bot berenda setinggi lutut yang mengingatkan kita pada perlengkapan gulat profesional.
David vs. DavidDavid vs. David
Something cinematic took over London this week, as a number of designers pointed to avant garde film directors David Cronenberg and David Lynch as sources of inspiration. 16Arlington created one of the most cohesive collections of the season, influenced by Lynch’s 1997 noir thriller “Lost Highway.” The dimly lit runway snaked through guests like an open road, while models walked in character-driven looks: a series of city dwellers in pencil skirts and Wall Street shirts, clutching plush leather briefcases. The collection was even named after a line from Lynch’s film.Sesuatu yang memiliki nuansa sinematik menjadi fokus di London minggu ini, ketika sejumlah desainer mendapatkan inspirasi dari sutradara film terkenal seperti David Cronenberg dan David Lynch. 16Arlington menciptakan salah satu koleksi paling terpadu musim ini, yang terinspirasi oleh film mendebarkan Lynch tahun 1997, "Lost Highway." Cahaya panggung yang lembut menciptakan suasana seperti jalan terbuka di antara para tamu, sementara para model berjalan dengan penuh karakter: mereka tampil seperti penduduk kota dengan rok pensil dan kemeja Wall Street, sambil membawa koper kulit mewah. Koleksi ini bahkan dinamai berdasarkan salah satu baris dari film Lynch.
Similarly, Mowalola’s contentious runway show referenced Cronenberg’s equally volatile film 1996 “Crash.” Models were given faux bloody noses, black eyes and prosthetic stitching by makeup artist Isamaya Ffrench to mimic the gore of the movie.Peragaan busana kontroversial dari Mowalola terinspirasi oleh film "Crash" karya Cronenberg tahun 1996 yang juga sangat mencolok. Para model mengenakan hidung palsu yang berdarah, mata gelap, dan jahitan prostetik yang diciptakan oleh penata rias Isamaya Ffrench untuk mengekspresikan adegan berdarah dalam film tersebut.
Party dresses of yoreGaun pesta di zaman dulu
The runway doubled as a time machine on more than one occasion this September. Richard Quinn created an ivory ruffled mini dress that looked more like a Rococo ball gown coat from the 1700s; and during the finale of ultra-feminine British label Molly Goddard, models looked like they were walking through the 20th century. From 1920s-style drop-waist tea dresses in muted chintz, to tulle frocks with 1950s bustier tops. “I started this collection at the National Theatre costume hire,” wrote Goddard in her show notes. “Focusing on underskirts and underwear—crinolines, 1950s bras, Victorian christening gowns, Georgian underskirts.”Panggung berperan ganda sebagai mesin waktu lebih dari sekali pada bulan September ini. Richard Quinn menciptakan gaun mini yang kerut dengan nuansa warna gading yang lebih mirip dengan mantel gaun pesta gaya Rococo dari abad ke-18; dan di akhir peragaan busana dari label Molly Goddard, para model seperti berjalan kembali ke abad ke-20. Mereka mengenakan gaun-gaun yang terinspirasi dari era-1920-an dengan pinggul betis, kain chintz yang lembut, hingga gaun tule dengan atasannya bergaya bustier dari tahun 1950-an. "Saya mulai koleksi ini dengan mengunjungi tempat penyewaan kostum di Teater Nasional," catat Goddard dalam panduannya. "Saya berfokus pada pakaian dalam dan rok dalam seperti krinoline, bra dari tahun 1950-an, gaun baptisan ala Victoria, hingga rok dalam ala Georgia."
At Matty Bovan — who invited a handful of guests for a backstage dinner to see the collection up-close — it was an acid fantasy of 1980s Americana with enveloping ruffles, backcombed hair and glitter leggings. One look equated to 10 lamé party dresses seemingly stuck into a woodchipper. Bovan himself referred to them as “chopped up and reborn,” in his collection notes. “Engulfing the wearers in a cacophony of monstrous beauty.”Pada koleksi Matty Bovan, yang mengundang beberapa tamu untuk makan malam di belakang panggung dan melihat koleksinya secara dekat, dia mengusung tema fantasi budaya Amerika tahun 1980-an dengan banyak kerutan, rambut yang dikepang ke belakang, dan legging berkilauan. Salah satu tampilannya dipasangkan dengan 10 gaun pesta lamé yang terlihat seolah-olah terjebak di dalam pemotong kayu. Bovan merujuk padanya sebagai "dipotong dan lahir kembali," dalam catatan koleksinya. "Menyelimuti penggunanya dalam kemewahan yang luar biasa."
A surplus of sheer fabricsKain tipis yang melimpah
There was a dark romance evident at Simone Rocha, staged at the English National Ballet’s HQ in east London, where models paraded around a black rehearsal stage — complete with a pop-up faux church — wearing layers of breezy tulle stuffed with real, long-stemmed pink roses. More whimsy lace and see-through tulle stole the show at Susan Fang whose “Air. Life,” show introduced the technique of “air-weave smocking” — a technique which combines layers of fabric layer-by-layer. The English country garden got the sheer treatment at Erdem, in neon at David Koma and also at Daniel Lee’s Burberry where bright tufted florals on a sheer black dress made a bold sartorial statement.Pada koleksi Simone Rocha, ada nuansa romansa yang gelap yang sangat mencolok. Koleksi ini dipertunjukkan di kantor pusat Balet Nasional Inggris di London timur, di mana para model berparade di sekitar panggung latihan yang berwarna hitam. Panggung ini dilengkapi dengan replika gereja yang muncul di tengah-tengah panggung, dan para model mengenakan lapisan tule yang dihiasi dengan bunga mawar merah muda yang memiliki tangkai panjang. Koleksi Susan Fang menonjol dengan renda yang unik dan tule tembus pandang, dengan memperkenalkan teknik "air-weave smocking," yang menggabungkan berbagai lapisan kain. Koleksi Erdem memberikan sentuhan istimewa pada suasana pedesaan Inggris, dengan penggunaan warna neon dalam karya David Koma dan juga dalam koleksi Daniel Lee untuk Burberry. Di sini, bunga-bunga berumbai yang cerah menghiasi gaun-gaun tipis berwarna hitam, menciptakan pernyataan gaya yang berani.
Big on beadingPenggemar manik-manik
From embellishment on slip dresses at Erdem to full-blown headpieces at Simone Rocha and Di Petsa, beading enjoyed another moment in the sun for Spring-Summer 2024.Dalam peragaan busana Musim Semi-Musim Panas 2024, hiasan-hiasan mulai mendapatkan perhatian, mulai dari gaun slip di Erdem hingga hiasan kepala besar di Simone Rocha dan Di Petsa. Momen ini menjadi sorotan di bawah sinar matahari.
The craft was big, too, at Susan Fang, featuring on handbags, hair accessories, sunglasses and the showstopper: an architectural piece created from “600 handcrafted bead trees… crafted primarily by mothers from Chinese minority groups” according to Fang’s post-show notes, intending to resemble DNA and “harness the power of love and spirit.”Susan Fang juga dikenal dengan kerajinan tangan, yang mencakup berbagai item seperti tas tangan, aksesoris rambut, kacamata hitam, dan yang paling mencuri perhatian adalah karya arsitektur yang terbuat dari "600 pohon manik-manik buatan tangan ... yang diciptakan oleh para ibu dari kelompok minoritas Tionghoa." Menurut catatan dari Fang setelah pertunjukan, karya ini dibentuk menyerupai struktur DNA dan mengandung simbolisme "cinta dan semangat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.